1. Pengertian Subnetting
Proses pengelolaan Network yang digunakan untuk membagi network-network yang
besar
menjadi subnetwork - subnetwork yang lebih kecil.
Mengapa Perlu Subnetting?
Karena Kita semua lebih menyukai lalu-lintas yang lebih sepi dalam bentuk apapun. Lalu lintas
Jaringan Tidak terkecuali
Jadi Keuntungan Subnetting adalah mengoptimalkan lalu lintas jaringan.
Tiga Kelas Network
•Kelas A
Network, Host, Host, Host
•Kelas B
Network, Network, Host, Host
•Kelas C
Network, Network, Network, Host
IP Kelas A = 1 s.d 126
Network, Host, Host,
Host
Contoh : 1.0.0.1 s.d 1.255.255.255
120.0.0.1 s.d 120.255.255.255
jumlah komputer yg bisa terhubung
16.777.214
ket:
(kecuali 127.0.0.x tidak bisa digunakan) krn untuk localhost/pc yg bersangkutan
subnetmask standar
255.0.0.0
IP Kelas B = 128 s.d 191
Network, Network,
Host, Host
Contoh :
128.128.0.1
sd
128.128.255.255
190.190.0.1 sd 190.190.255.255
jumlah komputer yg bisa terhubung 65.534
Subnetmask Standar
255.255.0.0
IP Kelas C = 192 s.d 223
Network, Network,
Network, Host
Contoh :
192.0.0.0 - 192.0.0.255
192.0.1.0 - 192.0.1.255
dst
223.255.255.0 - 223.255.255.255
jumlah komputer yg bisa terhubung 254
Subnetmask standar
255.255.255.0
2. CIDR ( Classless Inter-Domain Routing )
CIDR
merupakan metode
yang digunakan ISP
untuk megalokasikan sejumlah IP
Address ke pelanggannya.
Contoh :
200.200.200.1/29
maksud angka setelah tanda slash adalah menjelaskan berapa subnetmask anda dan berapa ip address yang menjadi hak anda.
PEMAHAMAN DASAR CIDR ( Classless Inter-Domain Routing )
255.255.255.255
= subnetmask maksimal
8bit 8bit 8bit 8bit = 32
bit
Jadi subnetmask maksimal =
32
Misalnya :
DIKETAHUI
:
kelas c standar subnetmask
255.255.255.0
Maka =
32 – 8 = 24
artinya kelas c standar mempunyai = ipaddress /
24

0 komentar:
Posting Komentar